PENCEMARAN
DI DALAM LAUT/SAMUDRA
Pada mulanya orang berfikir bahwa dengan melihat luasnya
lautan ini, maka semu Hasil bungan sampah dan sisa-sisa industri yang berasal
dari aktifitas manusia di daratan seluruhnya dapat ditampung oleh lautan tanpa membuat suatu
akibat yang membahayakan.berikut adalah bentuk pencemaran dan akibat yang
ditimbulkan oleh pencemaran tersebut :
ü Pencemaran Minyak
Kecelakaan
laut seperti tenggelamnya kapal tanker Torrey
Canyon di perairan lepas pantai Inggris pada tahun 1967, kandas kapal
tanker Showa Maru di perairan Selat
Malaka pada tahun 1975 dan kapal Amoko
Cadis yan mengalami nasib yang sama di laut lepas pantai Prancis tahun
1978. Kecelakaan di pengeboran minyak Santa Barbar di Teluk Meksiko juga
mengakibatkan pengaruh yang sama di mana beribu-ribu ton minyak terbawa arus
sampai ke dekat pantai California. Kecelakaan pelayaran seperti ini merupakan
sumber utama pencemaran minyak di lautan. Apabila ini terjadi maka jumlah
minyak begitu besar akan banyak tercecer di laut. Akibatnya minyak ini
mengapung di atas permukaan laut yang akhirnya terbawa arus dan mengumpul di
pantai.
Minyak
yang mengapung terutama sekali amat berbahaya bagi kehidupan burung laut yang suka berenang di permukaan air. Seperti
burung auk (jenis burung laut yang
hidup di subtropis) dan guillemot (jenis
burung laut kutub). Tubuh burung-burung ini akan tertutup olh minyak, kemudian
dalam usahanya untuk membersihkan tubuh mereka dari minyak, mereka biasa
menjilat-jilat bulu-bulunya. Akibatnya mereka banyak minum minyak dan mencemari
dirinya sendiri. Selain itu pencemaran minyak juga dapat mencelakakan dan
meracuni organisme-organisme yang hidup di perairan tersebut.
ü Pencemaran Logam Berat
Jenis
logam berat yang berbahaya dan tidak dibutuhkan di dalam tubuh untuk
metabolisme adalah seperti kadmium, timah, dan air raksa (mercury). Mereka merupakan bahan pencemar yang berbahay akibat dari
pembuangan sampah-sampah ke laut secara berlebihan. Hal ini dapat terjadi dari
tiga cara. Pertama, akibat dari
pembuangan limbah industri yang tidak terkontrol, kedua, berasal
dari lumpur minyak yang kadang-kadang juga mengandung logam berat dengan
konsentrasi yang tinggi yang terbuang ke laut, ketiga,dari pembakaran minyak (hidrocarbon dan batubara di
daratan. Mereka melepaskan logam berat ke atmosfir di mana kemudian bercampur
dengan air hujan dan jatuh ke dalam laut.
Pembuangan
kadmium dan air raksa yang berlebihan telah terjadi di Teluk Minata Jepang pada
tahun 1953 – 1960 yang mengakibatkan ±100 orang menjadi korban, dan korban
tersebut mengalami cacat seumur hidup bahkan ada yang meninggal, kemudian hal
tersebut terjadi kembali di Jepang pada tahun 1965 tepatnya di mulut sungai
Agano, yang mebuat jimlah korban 30 orang, dan 5 dari korban yang lain tersebut
meninggal.
Logam-logam
berat yang masuk ke dalam tubuh hewanumumnya tidak dikeluarkan lagi dari tubuh
mereka. Karena itu logam ini cendrung untuk menumpuk di dalam tubuh mereka.
Akibatnya logam-logam ini akan terus ada disepanjang rantai makanan, termasuk
ikan yang akhirnya dimakan oleh manusia.
ü Sampah
Sampah-sampah
yang mengandung minyak kadang-kadang dibuang begitu saja ke dalam laut melalui
sistem daerah perairan sungai.sampah-sampah ini kemugkinana mengandung
logam-logam berat. Umumnya mereka kaya bahan organik sehingga akan memperkaya
kandungan zat-zat maknan pada daerah yang tercemaryang membuat kondisi
lingkungan lebih baik bagi pertumbuhan oeganisme. Aktifitas pernafasan
organisme sering membuat makin menipisya okdigen khususnya yang telatak di
daerah perairan semi tertutup seperti di daerah estuarin. Akibatnya dari
keadaan yang ekstrim jumlah spesies yang ada di daerah ini akan berkurang
secara drastis dan dapat mengakibatkan bagian di dasar daerah ertuarin
kehabisan oksigen. Keadaan seperti ini akhirnya mnyebabkan mikrofauna yang
hidup di daerah ini hanya dari golongan cacing saja.
Conto
nyata bahwa pengaliran sampah-sampah di dalam laut Baltik (di Eropa) tealh
mengakibatkan timbulya perubahan kadar oksigen pada bagian okdigen pada bagian
perairan laut ini yang dalam. Konsentrasinya turun dari 30% dan 40% pada
permulaan abad ini menjadi kurang dari 10% sejak tahun 1960.
ü Pestisida
Beberap
pestisida yang digunakan adalah berasal dari gruop bahan kimia yang dikenal
dengan nama organochloride. Pestisida
jenis ini termasuk golong yang mempunyai ikatan molekul yang sangat kuat,
kemungkinan molekul-molekul ini dapat bertahan di alam sampai beberapa tahun
sejak mereka mulai dipergunakan. Pestisida ini telah digunakan sebagai obat
pembasmi hama diseluruh dunia hampir 40 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar